"Pengejaran memang dilakukan oleh Polda Sumut dan juga Densus 88. Tetapi saya pikir tidak akan terjadi overlapping fungsi," terang Kombes Pol Kabid Humas Polda Sumut Baharuddin Djafar saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2010) pagi WIB.
Baharuddin begitu yakin karena pendekatan yang digunakan oleh Polda Sumut dan Densus 88 berbeda. Polda Sumut melakukan penyisiran berdasarkan TKP, sedangkan Densus 88 dengan profil tersanga teroris yang telah mereka pegang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baharuddin juga menambahkan bahwa lokasi pengejaran saat ini terbatas pada Sumut saja. Diyakini para teroris tersebut masih belum keluar dari garis batas provinsi.
(nrl/nrl)











































