Persempit Pergerakan Teroris, Polda Sumut Aktifkan Kembali Siskamling

Persempit Pergerakan Teroris, Polda Sumut Aktifkan Kembali Siskamling

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2010 09:43 WIB
Persempit Pergerakan Teroris, Polda Sumut Aktifkan Kembali Siskamling
Jakarta - Polda Sumatera Utara terus berupaya melakukan pengejaran terhadap gerombolan teroris yang menyerang Mapolsek Hamparan Perak. Untuk mempersempit ruang gerak teroris, Polda Sumut tidak hanya menggandeng TNI namun juga masyarakat setempat.

Polda Sumut saat ini tengah berusaha mengejar pelaku penembakan brutal yang menewaskan tiga orang anggota polisi yang sedang tugas piket pada Rabu (22/9/2010) dinihari. Penyisiran yang dikoordinasi oleh Brimob Polda Sumut dibantu dengan TNI dilakukan di sejumlah wilayah.

Namun upaya itu saja dirasa belum cukup. Pasalnya jika pun pihak kepolisian mengejar, sedangkan ruang gerak yang ada begitu luas, teroris akan tetap dapat meloloskan diri. Oleh karena itu masyarakat setempat akan dilibatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak hanya polisi, Brimob dan TNI saja, kami juga akan melibatkan anggota masyarakat. Kerjasama dengan masyarakat kami nilai efektif untuk mempersempit ruang gerak teroris," ujar Kombes Pol Kabid Humas Polda Sumut Baharuddin Djafar saat dihubungi detikcom, Kamis (23/9/2010) pagi WIB.

Baharuddin menambahkan bahwa cara pelibatan masyarakat tersebut salah satunya dengan menghidupkan kembali pos siskamling yang di beberapa wilayah di Sumut kurang berjalan. Dengan dihidupkannya pos siskamling, maka pergerakan teroris di malam hari sekalipun akan lebih mudah dikenali.

"Kami mendatangi masyarakat juga bukan dengan cara yang mewajibkan mereka turut membantu. Namun dengan pendekatan yang lebih halus. Terkait hal ini kami tidak hanya memakai selebaran atau poster tetapi juga langsung mendatangi pemuka masyarakat," bebernya.

Kebijakan pelibatan masyarakat ini sendiri, lanjut Baharuddin sudah mulai digalakkan seketika juga pasca penembakan di Mapolsek Hamparan Perak. "Saat itu juga Kapolda berkoordinasi dengan Gubernur dan Pangdam untuk membahas upaya pengejaran, salah satunya dengan cara melibatkan masyarakat ini," tuntasnya.
(nrl/nrl)


Berita Terkait