"Tadi pagi sudah diselengarakan high level meeting negara-negara yang melihat kerjasama Indonesia dan Norwegia sebagai model, mereka akan mengikuti langkah Indonesia dan Norwegia," ujar Ketua Satgas Persiapan Penyusunan Penerapan Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD) Plus Kuntoro Mangkusubroto.
Hal itu disampaikan dia di Hoter Intercontinental Barclay, 111 East 48th Street, New York, Amerika Serikat, Rabu (22/9/2010) sore atau Kamis 23 September 2010, dini hari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan tadi pagi sangat efektif. Sampai bahkan dihadiri oleh George Soros yang menyampaikan kesediannya membantu Indonesia, tapi tidak disebutkan berapa nilainya, tapi komitmen Soros luar biasa. Begitu juga dengan Menteri Luar Negeri Kevin Rudd dari Australia," jelas Kuntoro.
Negara-negara yang akan berkomitmen mengurangi deforestasi dan emisi karbon di Indonesia itu, lanjutnya, bisa bekerja sama langsung seperti Norwegia, atau bergabung dalam asosiasi besar yang akan dibentuk dan di bawahi Satgas.
Sebelumnya RI-Norwegia, melalui Presiden SBY dan PM Norwegia Jens Stoltenberg berkomitmen untuk bekerja sama mengatasi perubahan iklim. Kerjasama konkret dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) REDD Plus, untuk konservasi kehutanan senilai US$ 1 miliar.
Penandatanganan LoI itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Internasional Norwegia Erik Solheim di Oslo, Norwegia pada 27 Mei 2010 lalu.
Berdasarkan LoI itu maka Pemerintah Norwegia akan memberikan bantuan US$ 1 miliar jika Pemerintah Indonesia mampu memenuhi 3 tahap yang tercantum dalam LoI. Pertama, proses persiapan atau pembangunan kapasitas yang antara lain dilakukan melalui pembentukan lembaga yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Kedua, adalah penerapan atau proyek percontohan. Pada tahap kedua itu kedua
pemerintah akan menyetujui sebuah lokasi untuk proyek percontohan. Sedangkan
yang ketiga, adalah penerapan secara menyeluruh atau nasional.
Indonesia sendiri memiliki target untuk mengurangi emisi karbon hingga 26 persen pada 2020.
(nwk/anw)










































