Lawatan ke Luar Negeri, Menristek Bicara Brain Drain

Laporan dari Wina

Lawatan ke Luar Negeri, Menristek Bicara Brain Drain

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2010 05:13 WIB
Lawatan ke Luar Negeri, Menristek Bicara Brain Drain
Wina - Di sela-sela kunjungannya ke kota Wina, Austria, Menristek Suharna Surapranata dan Wamenkeu Anny Ratnawati menyempatkan diri bertemu warga Indonesia yang tinggal di Austria, dalam sebuah acara jamuan makan malam yang difasilitasi KBRI Wina. Kurang lebih 70 warga memadati gedung serbaguna KBRI Wina untuk bisa bertatap muka dengan Menristek pada Senin malam (20/9/2010) lalu.

Acara ini ditujukan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat Wina agar bisa berdiskusi dan memperoleh informasi yang lebih jelas di bidang perkembangan iptek dan ekonomi di tanah air. Tak hanya masyarakat Indonesia di Austria, namun mahasiswa dari Ceko dan sekitarnya pun turut hadir.

Menristek sendiri datang ke Wina untuk menghadiri General Conference (GC) Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) ke-54, sedangkan Anny Ratnawati berada di Austria untuk menghadiri Board of Governor Meeting OPEC Fund for International Development ( BoG OFID)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan diskusi dengan warga, Menristek memaparkan maraknya fenomena brain drain, di mana para peneliti Indonesia yang berprestasi lebih tertarik untuk tinggal di luar negeri karena tidak adanya fasilitas riset yang cukup baik di dalam negeri. Hal ini pun sempat memicu banyak pertanyaan dari mahasiswa yang sebagian besar adalah mahasiswa S3.

Wamenkeu sendiri memberikan gambaran tentang kondisi APBN saat ini dan mengeluhkan minimnya anggaran pembangunan infrastruktur karena tersedot besarnya subsidi BBM murah bagi masyarakat. Keduanya sepakat, semua pihak harus mengupayakan peningkatan produktivitas, terhadap alokasi dana yang sudah dianggarkan, terutama untuk pengembangan riset dan teknologi di tanah air.

Diskusi seputar anggaran ini berlangsung menarik, terlebih karena lawatan pejabat negara ke Eropa bersama rombongan makin sering justru di tengah kritikan masyarakat terhadap besarnya anggaran perjalanan dinas bagi pejabat dan DPR keluar negeri.

(anw/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads