"Presiden SBY jangan terlalu lama memilih nama untuk calon Kapolri, mengingat hal ini telah menjadi bahan spekulasi publik terkait ketidakpastian siapa calon Kapolri yang dipilih SBY" jelas Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (23/9/2010).
Menurutnya, penentuan nama tersebut diharapkan dapat menghilangkan potensi
melemahnya komando di jajaran Polri yang kini dirasakan publik. Di samping itu agar tidak menimbulkan upaya dukung-mendukung terhadap calon Kapolri mendatang di lingkungan internal kepolisian, antara sosok Komisaris Jenderal (Pol) Nanan Sukarna dan Komisaris Jenderal (Pol) Imam Sudjarwo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti kita amati di media, sejauh ini ada dukungan yang terbelah kepada Komjen (Pol) Nanan Sukarno serta untuk Komjen (Pol) Imam Sudjarwo. Karenanya SBY harus secepatnya mengeluarkan salah satu nama guna menutup perdebatan maupun pontensi dukung-mendukung bagi calon Kapolri baru," tambah Syahganda.
Di satu sisi, lanjutnya, mandat BHD seolah-olah sudah dicabut yang membuatnya tak bisa melakukan kontrol maksimal di tubuh Polri. Sementara di sisi lain para perwira tinggi Polri tidak ada yang berani mengambil tindakan, karena takut menjadi kontra-produktif dalam kaitan adanya peluang dua nama menjadi Kapolri.
(anw/anw)











































