"Tidak ada perpecahan di internal PD karena berebut posisi menteri. Partai koalisi harusnya menghargai adanya evaluasi bukan malah memprotes," tegas Wasekjen DPP PD Saan Mustofa, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2010).
Saan mengaku kecewa dengan tanggapan keras sejumlah parpol koalisi karena adanya isu reshuffle kabinet. Padahal reshuffle menjadi penting jika menteri tidak bekerja optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saan mengajak partai koalisi mulai berpikir jernih. Hembusan isu reshuffle hendaknya disikapi dengan dewasa sebagai pemacu agar kinerja menteri membaik.
"Sebelum evaluasi, tingkatkan mutu menteri masing-masing. Karena evaluasi kabinet, reshuffle sekalipun, menjadi hak prerogatif Presiden," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan Ketua DPP PD Achsanul Qosasi menegaskan adanya ancaman reshuffle terhadap lima menteri kabinet. Lima menteri tersebut adalah Menkominfo, Menteri PU, Menkumham, Menteri ESDM, dan Menteri Perhubungan.
Ancaman PD disambut protes Golkar. Ketua DPP Golkar Ade Komarudin menyatakan bahwa ancaman tersebut sengaja dihembuskan karena ada masalah di internal PD karena hasrat menjadi menteri, menjelang evaluasi setahun Pemerintahan SBY.
(van/anw)
