Bhaga merupakan satu dari 66 peserta yang terseleksi menjadi finalis ACI. Dengan
gaya rabut gimbal plus mohawk di kanan kirinya membuatnya semakin tampil pede.
"Mungkin perbedaan ini salah satu yang membuat saya lolos jadi finalis," ujar Bhaga kepada detikcom disela-sela pengumuman 66 finalis ACI di restoran Seribu Rasa, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2010).
Selain tercatat sebagai mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan perfilman, pria kurus ini pun ternyata penggiat sebuah lembaga swadaya masyarakat.
Tak jarang warga Jatiwaringin, Jakarta Timur ini pun belajar membuat film dokumenter berdurasi pendek. "Makanya ini waktunya pas banget karena saya sedang butuh olah rasa untuk cari inspirasi. Dan ternyata masuk finalis," terangnya.
Bhaga yang akan tinggal selama 3 minggu di Kalimantan Timur ini berharap bisa mendapatkan pencerahan di provinsi yang terkenal barang tambang tersebut. Sisi humanis masyarakat setempat akan lebih banyak menjadi sorotannya.
"Saya lebih tertarik untuk mengangkat asimilasi masyarakat dan budaya di sana. Itu akan menjadi catatan menarik dan berharga," terangnya.
Bhaga mengaku bangga dengan lolosnya menjadi finalis ACI, ia pun berharap acara serupa bisa diselenggarakan tiap tahun.
"Kalau bisa ACI ini lebih diutamakan untuk pelajar dan mahasiswa. Atau mungkin dibuat kategori itu, karena banyak pelajar dan mahasiswa yang berjiwa petualang," imbuhnya.
(her/ken)











































