"Desain ulang ini terkait dengan titik lokasi keluar masuknya akses dari terminal ke jalan tol Jakarta outer ring road (JORR). Itu belum selesai makanya di tunda," ujar Gubernur DKI Fauzi Bowo kepada wartawan di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Foke ini, waktu pelaksanaan anggaran 2010 sudah tinggal tiga bulan lagi, maka pembangunan terminal ini ditunda. Pembangunan terpaksa dilakukan awal 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terminal Pulogebang yang akan mengurangi beban Terminal Pulogadung, Jakarta Timur tersebut akan dijadikan terminal bus modern dilengkapi berbagai fasilitas terbaik bagi para pengguna jasa angkutan umum bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Terminal ini merupakan bagian dari konsep pengembangan kawasan sentra primer baru timur (SPBT).
Diperkirakan terminal tersebut nantinya bisa menampung sebanyak 2.977 bus AKAP. Tersedia lahan parkir seluas 18.000 meter m2. Proses pembebasan lahan di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, seluas 9,5 hektar pun telah dilakukan pada 2008.
"Terminal ini akan lebih modern dari Terminal Kampung Rambutan. Prioritas pembangunan di terminal ini karena letaknya strategis dan ideal di pinggir JORR," tambah Foke.
Proyek pembangunan Terminal Pulogebang beberapa kali tertunda. Rencana semula, pengerjaan dilakukan awal Juli 2010. Namun, itu tidak bisa terealisasi karena terganjal desain yang tak kunjung disetujui Kementerian Perhubungan.
Setelah persetujuan kemenhub, Gubernur malah tak sependapat. Ia meminta desain ulang agar desain disesuaikan dengan konsep green building (bangunan berwawasan hijau). Redesain inilah yang saat ini sedang dibahas hingga akhir tahun. Diperkirakan awal 2011 akan masuk tahap pelelangan.
(her/irw)










































