"Dari analisis petugas di lapangan, mereka (pelaku) bergerak tanpa banyak bicara tetapi dengan action. Saat ini, petugas Densus 88 dan Polda Sumatera Utara sedang menyisir tempat yang mungkin mereka lewati," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan.
Hal ini disampaikan Iskandar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2010). Jumpa pers dimulai dengan mengheningkan cipta bagi 3 polisi korban penyerangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku datang dari arah tambak dengan menggunakan tutup wajah dan helm," ujar Iskandar.
Dikatakan dia, 4 pelaku masuk ke pekarangan Mapolsek kemudian melakukan tembakan. "Setelahnya, masuk ke dalam menembak anggota kita. 3 Orang ditembak," kata Iskandar.
Setelah menembak, lanjut dia, pelaku keluar lalu melemparkan molotov ke Polsek sehingga pecah kaca-kacanya dan melempar molotov ke mobil patroli. "Kemudian, mereka pergi ke arah Medan Labuhan, Deli Serdang," kata dia.
3 Orang yang tewas yaitu Kepala SPK Aiptu B Sinulingga (42) yang mengalami 4 luka tembak pada dada, lengan dan pinggang. Aipda Sutejo mengalami 1 luka tembak di dada. Bripka Riswandi mengalami 9 luka tembak di dada dan 1 di kepala.
Hasil olah TKP ditemukan 20 butir selongsong peluru diperkirakan dari jenis AK 47, M 16 atau SS 1.
"Sekarang sedang diuji balistik apa ada kaitan dengan barang bukti yang kita temukan dalam perampokan CIMB. Kita perkirakan mungkin ada hubungan dengan kasus CIMB. Kita pastikan setelah kita komparasi dengan yang di CIMB. Kalau sama berarti dari kelompok yang sama," papar Iskandar.
(aan/nrl)











































