Polisi diharapkan melakukan introspeksi terhadap langkah-langkah yang
sering dinilai gegabah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh pelaksana Amir JAT, Muhammad Achwan, dalam jumpa pers di kantor JAT Pusat di Cemani Selatan, Grogol, Solo, Rabu
(22/9/2010).
Achwan mengatakan, selama ini telah beberapa kali terjadi penyerbuan atau penyerangan oleh warga terhadap kantor kepolisian. Tindakan itu terjadi sebagai buah dari ulah polisi sendiri.
"Mereka marah dan sakit hati karena merasa difitnah atau dipojokkan oleh polisi dalam kasus-kasus tertentu," ujar Achwan.
Namun Achwan mengaku tidak tahu siapa pelaku dari tindakan penyerangan
yang menewaskan tiga anggota polisi tersebut. Dia juga membantah jika ada yang mengaitkan JAT dengan peristiwa tersebut.
"Kami tidak terlibat. Saya tegaskan, fitnah besar jika kemudian kasus itu dikaitkan pula dengan kami," ucapnya.
Lebih lanjut Achwan juga mengakui sistem rekrut dan struktur organisasi JAT masih terlalu longgar dan terbuka. Dengan demikian masih banyak orang yang hanya sekadar singgah lalu mengaku sebagai anggota. Hal serupa yang mungkin terjadi pada beberapa kasus orang yang tertangkap lalu mengaku sebagai anggota JAT.
Achwan mengatakan, pihaknya akan membenahi struktur keanggotaan JAT. Saat ini, pihaknya sedang melakukan registrasi pembenahan organisasi. Sekitar 2.000 anggota yang akan mendapat kartu keanggotaan setelah melalui proses seleksi.
"Nantinya yang melanggar aturan akan terkena sanksi tegas," kata Achwan.
(mbr/nik)











































