Pengamatan detikcom, Rabu (22/9/2010), massa Peradi yang semula berada di luar ballroom Hotel Gran Melia tiba-tiba masuk ke dalam ruangan.
Massa Peradi dan KAI lalu 'perang' orasi. Orasi itu rupanya saling menyinggung perasaan masing-masing pihak. Entah siapa yang mulai duluan, kedua massa yang minimal menyandang gelar sarjana hukum itu lantas terlibat adu jotos dan adu mulut. Suasana di ruangan itu kacau balau. Kursi-kursi sempat dilempar dan meja dibalikkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa KAI berhasil dipukul mundur dari ballroom. Massa KAI kemudian keluar pintu samping hotel. Aparat Kepolisian masih berusaha meredam emosi calon advokat Peradi yang sejatinya akan dilantik dan diambil sumpah hari ini.
Pertikaian itu dipicu dengan keputusan Peradi yang baru akan mengusulkan pengambilan sumpah calon advokat KAI ke Pengadilan Tinggi setelah 3 tahun mendaftar ke Peradi dan setelah lulus ujian khusus. Keputusan itu termuat dalam iklan Kompas hari ini.
(aan/nrl)











































