"Saya cuma mimpi sekitar pukul 23.00 WIB, mimpi kantor Papa diserang teroris. Ditembak-tembaki," cerita Ardiles di RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Rabu (22/9/2010).
Setelah bermimpi buruk, Ardiles sempat terbangun. Namun karena mengira tidak ada apa-apa, pelajar SMA itu kembali tidur.
"Baru sekitar pukul 01.00 WIB aku dibangunin Mama katanya dapat telepon dari warga Hamparan Perak, bilang kalau kantor Papa diserang," kata Ardiles.
Ardiles terlihat sangat tegar usai melihat jenazah ayahnya di rumah sakit. Namun ibunya, tampak sangat shock dan menangis histeris. "Mama sudah nangis sejak semalam," kata Ardiles.
Polsek Hamparan Perak ditembaki komplotan orang bersenjata. Tiga polisi yakni Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo, dan Aiptu B Sinulingga tewas.
Sementara dua orang polisi yang juga sedang berada di kantor selamat. Sembilan tahanan yang berada di sel kantor polisi itu selamat dan tidak ada satu orang pun yang terluka. (ken/nrl)











































