Negosiasi Peradi & KAI di Gran Melia Deadlock

Negosiasi Peradi & KAI di Gran Melia Deadlock

- detikNews
Rabu, 22 Sep 2010 12:31 WIB
Negosiasi Peradi & KAI di Gran Melia Deadlock
Jakarta - Petinggi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) tetap bersikukuh pada pendapatnya tentang pelantikan calon pengacara oleh pejabat pengadilan. Negosiasi yang dijembatani oleh Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gatot Eddy Pramono ini mengalami jalan buntu.

"Hasil pertemuan dengan Kapolres, Peradi dan KAI, deadlock," kata pengurus KAI, Petrus Bala Pattyona, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2010).

Dikatakan dia, Presiden KAI Indra Sahnun Lubis semula berniat bertemu dengan Ketua Peradi Otto Hasibuan di lantai 2 hotel elite tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi, Otto tidak mau menemui. Kami hanya ditemui oleh Sekjen Peradi (Hasanuddin Nasution)," ujar Petrus.

Petrus menegaskan, calon advokat dari KAI tetap meminta ikut dilantik oleh pengadilan. "Tetapi mereka bilang, hotelnya sudah dibayar oleh Peradi (jadi tidak bisa dilantik). Ya sudah deadlock, sepertinya menunggu sampai batas penyewaan ruangan ini," kata Petrus.

SAat ini ratusan calon advokat dari Peradi yang sejatinya akan dilantik oleh pengadilan tinggi mulai meninggalkan ballroom Hotel Gran Melia.

"Semua yang merasa dirinya Peradi, kita keluar dari ruangan ini. Kita di luar saja," kata seorang anggota Peradi.

Sementara itu, puluhan anggota KAI masih bertahan di dalam ruangan. Semuanya berdandan rapi khas pengacara.

"Kita jangan ada yang keluar sampai pukul 16.00 WIB. Nanti kalau kita keluar, mereka masuk lagi," kata seorang advokat perempuan yang mengenakan blazer warna hitam dengan nada emosi.

Ballroom tempat akan diselenggarakan pelantikan dan pengambilan sumpah advokat itu kini ditutup dan dijaga oleh aparat Kepolisian dan petugas keamanan hotel.
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads