"Belum bisa kita pastikan ini adalah perampokan, atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian karena dendam maupun lainnya. Keluarga belum menginventarisir harta yang hilang," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Timur, Kompol Nicolas Lilipaly, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/09/2010).
Peristiwa tersebut terjadi Selasa (21/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Menurut salah satu saksi Hendra (28), ia melihat tamu memasuki rumah korban selepas magrib. Menurutnya, korban hanya menerima tamu pada orang yang dikenalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timur.
Saat malam merayap, anak korban Tjhia Advent Muliawan (46) pulang dan mendapati ayahnya telah tewas. Advent melihat ayahnya ditusuk dengan sembilan luka pada tubuh bagian perut sebelah kanan, ulu hati, ketiak kiri, kaki sebelah kiri robek, pergelangan tangan kiri robek, dan leher dijerat kain taplak meja warna coklat kembang-kembang.
Polisi pun kini memburu pelaku yang diduga mengenal korban. "Kita masih melakukan penelusuran identitas pelaku dan melakukan pengejaran terhadapnya," kata Nicolas lagi.
(Ari/fay)











































