"Kalau benar itu teroris yang melakukan 'pembalasan', operasi intelinjennya lemah," kata Wakil Ketua Komisi I (pertahanan), TB Hasanuddin, kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).
"Operasi intelijen kita kurang tajam, tidak mampu melempuhkan mereka sebelum mereka bergerak," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi harus dieksploitasi dulu, di mana kegiatan berpusat, dari mana senjata mereka didapat. Baru dilakukan operasi pembersihan," kata poitisi PDIP ini.
"Jangan belum menangkap semuanya, ini sudah mendapat serangan balasan," kata mantan sekretaris militer era Megawati dan SBY ini.
(lrn/nrl)











































