"Pasti terkait dengan itu (terorisme). Ini terkait pelaku perampokan di CIMB. Soalnya mereka itu orang terlatih," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Iskandar Hasan kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).
Menurut dia, polisi dianggap kelompok pelaku sebagai orang yang menghalangi gerakannya. Awalnya kelompok teroris, menargetkan orang asing untuk diserang. Selanjutnya mereka merampok untuk mendapatkan dana.
"Sekarang ini mereka mulai berani menyerang kantor polisi," sambung Iskandar.
Akibat pernyerbuan orang tak dikenal itu, sejumlah kaca depan Mapolsek pecah dan beberapa tembok tampak bekas gosong. 30-an selongsong peluru dari 3 kaliber ditemukan di sekitar lokasi.
Tiga anggota Polsek Hamparan Perak tewas ditembak kelompok bersenjata saat sedang bertugas di kantornya. Ketiga korban adalah Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo dan Aiptu B Sinulingga. Sedang satu polisi selamat karena sedang berada di dalam ruangan.
Seperti diketahui, Hamparan Perak adalah salah satu wilayah penggerebekan tersangka teroris oleh Densus 88 di Sumut. Dari wilayah itu, Densus berhasil menangkap tiga dari 19 tersangka teroris, yakni Marwan alias Wakno alias Wakgeng (39), Kasman Hadiyono alias Yono (43) dan Surya Saputra.
(vit/nrl)











































