Puluhan warga masih datang ke sana untuk melihat rumah tersebut, Selasa (21/9/2010).
Untuk mengantisipasi warga memasuki area rumah, polisi memasang garis polisi di pekarangan. Garis polisi juga dipasang di jalan menuju masuk ke lokasi rumah tersebut untuk membatasi jumlah orang yang datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Susah juga mau percaya teroris atau tidak mengingat ada juga kasus orang yang sudah ditangkap polisi tapi kemudian dilepaskan,” kata salah seorang warga, Dedek yang terlihat berkerumun di sekitar rumah.
Penggerebekan yang dilakukan Densus 88 di rumah tersebut, menyebabkan dua orang meninggal dunia karena melakukan perlawanan. Polisi menyatakan, di sana ditemukan senjata api dan sangkur. Korban tewas saat ini masih berada di Rumkit Bhayangkara Jl Sei Padang Dalam, Medan.
(rul/lrn)











































