Keluarga Tersangka Teroris Medan Kecam Pernyataan Kapolri

Keluarga Tersangka Teroris Medan Kecam Pernyataan Kapolri

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2010 19:42 WIB
Jakarta - Penangkapan Khairul Ghazali (46), yang dilakukan Densus 88 di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) sangat disesalkan pihak keluarga. Mereka bahkan mengecam pernyataan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang menyatakan Ghazali sebagai tersangka teroris.

Dalam pernyataan kepada wartawan di Medan, Selasa (21/9/2010) keluarga Ghazali mempertanyakan tentang Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris dari Markas Besar Polri terhadap Ghazali yang sudah enam tahun menetap di Tanjung Balai dan tidak pergi kemana-mana.

“Bahkan saat Idul Fitri, abang kami tersebut masih berada di Tanjung Balai,” kata Adil Akhyar, adik kandung Khairul Ghazali yang berbicara didampingi saudara-saudaranya yang lain, Putra Darus, Ahmad Sofian dan Irsyad.

Disebutkan Adil, mereka juga meminta akses dalam perlindungan yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dan meminta pertanggungjawaban atas pernyataan BHD agar dapat dibuktikan hingga ke persidangan.

Adil mengingatkan pihak kepolisian untuk belajar dari pengalaman. Dalam kasus peledakan bom di Kantor Walikota Medan Jl Kapten Maulana Lubis, pada April 2003, beberapa adik angkatnya pernah dikambinghitamkan polisi sebagai pelaku pengeboman itu. Namun setelah tujuh hari, mereka dilepaskan karena dinyatakan tidak cukup bukti.

“Selanjutnya kami melakukan upaya hukum melalui gugatan prapradilan di Pengadilan Negeri Medan dalam kasus itu, dan Alhamdulillah kami dimenangkan. Belakangan ternyata pelakunya dari Gerakan Aceh Merdeka. Ini menunjukkan Polri juga melakukan kesalahan dalam menjalankan tugasnya,” tukas Adil.

Untuk itu, Polri diingatkan untuk tidak tergopoh-gopoh dalam menjalankan prosedur penangkapan. Namun begitu, upaya hukum tetap akan dilakukan keluarga hingga ke Mahkamah Internasional terkait penangkapan Ghazali.

“Kami berharap Polri ke depan dipimpin oleh orang-orang yang amanah dan dan mengayomi rakyat Indonesia,” kata Adil.


(rul/lrn)


Berita Terkait