"Intinya memang perlu sebuah moda transportasi yang terpadu antara busway dengan KRL. Sehingga kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan bermotor jadi berkurang," ujar Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub Suroyo Alimoeso Kepada wartawan usai bertemu dengan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) di Gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/9/2010).
Pengintegrasian yang dimaksud adalah penyatuan antara dua moda transportasi massal di DKI, yakni bus TransJakarta dengan KRL Jabodetabek.
"Jadi misalnya di stasiun Manggarai akan dibangun halte busway. Jadi turun dari kereta bisa langsung naik busway, tidak seperi sekarang, halte lebih deket ke Pasar Manggarai dibanding ke stasiun," tambah Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan.
Pengintegrasian yang sudah di gagas sejak jaman Gubernur DKI Sutiyoso tersebut rencanannya akan dilakukan di beberapa stasiun kereta. Penginterasian juga akan mencakup sistem tiketing.
"Jadi orang beli tiket sekali untuk naik KRL, setelah itu naik busway tidak perlu bayar lagi. Kita akan arahkan sampai sana juga nantinya," tambah Tigor.
Rencananya Kemenhub akan segera membentuk tim kajian untuk merealisasikan hal tersebut. Tim akan terdiri dari Kemenhub, DTKJ dan Pemprov DKI.
"Tadi Pak Wakil Menteri Perhubungan menyampaikan kalau Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Perkereta Apian akan ikut dalam tim," imbuh pria plontos ini.
(her/gah)











































