Nasir Abas Sebut JAT Metamorfosa JI

Nasir Abas Sebut JAT Metamorfosa JI

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2010 17:15 WIB
Jakarta - Nama boleh berubah, namun ideologi yang diusung masih tetap sama. Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) diyakini sebagai metamorfosa dari Jamaah Islamiyah (JI) yang kegiatannya terkait terorisme.

"Kelompok bisa berubah-berubah, nama juga. Dulu JI sekarang JAT," kata mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (21/9/2010).

Menurut Nasir, JAT memiliki beberapa cabang. Berdasarkan manifesto JAT yang diperolehnya, terdapat kegiatan kemiliteran di JAT. "Selain itu ada pernyataan sikap anti pemerintah, mengatakan pemerintah itu kafir dan thagut," sambung dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun kemarin polisi telah mengamankan 18 orang yang diduga terkait kegiatan terorisme di Sumatera Utara dan Lampung, namun Nasir mencurigai masih ada kekuatan teroris di daerah itu. "Masih banyak senjata yang belum ditemukan. Saya yakin masih banyak beredar. Kekuatan masih, termasuk personel bisa bertambah kalau aktif merekrut," terang pria asal Malaysia ini.

Meskipun sebelumnya polisi telah menggerebek sekelompok orang yang diduga teroris di Aceh, rupanya kelompok di Sumut tidak gentar. "Mereka siap melawan polisi. Polisi adalah target mereka, karena polisi termasuk lawannya. Itu yang akan dihabisi," ucap Nasir.

Pada Senin kemarin, Kapolri Jenderal BHD menyatakan, kelompok Medan tergabung dalam Al Qaeda Medan. Organisasi ini merupakan gabungan dari sejumlah faksi yakni JI, JAT, Darul Islam, dan lainnya. Sedangkan Kadiv Humas Polri Irjen Iskandar Hasan menduga biaya pelatihan militer di Sinabung berasal dari Abu Bakar Ba'asyir.

Ba'asyir adalah amir JAT. Namun menurut kuasa hukum Ba'asyir, Ahmad Kholied, JAT bukanlah kelompok teroris melainkan kelompok pengajian biasa. Kelompok ini beralamat di Ngruki, Solo, Jawa Tengah.

"JAT murni dakwah, tidak ada kegiatan militer. Anggotanya juga seupil. Lagipula mau beli senjata dari mana. Ustadz Abu juga tidak bisa pakai senjata," kata Kholied kepada detikcom.

(vit/nrl)


Berita Terkait