Sekjen JAT: Abu Tholut Pernah Dekat dengan JAT

Terorisme Medan

Sekjen JAT: Abu Tholut Pernah Dekat dengan JAT

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2010 16:51 WIB
Jakarta - Nama Abu Tholut mencuat seiring penangkapan 18 orang di Sumatera Utara dan Lampung karena diduga terkait terorisme. Abu Tholut pernah dekat dengan organisasi bentukan Abu Bakar Ba'asyir, Jamaah Anshorut Tauhid (JAT).

"Pernah dekat dengan kita, tapi itu sudah lama," ujar Sekjen JAT, Abdurrahman, kepada detikcom, Selasa (21/9/2010).

Abu Tholut pernah beberapa kali datang ke kantor JAT untuk bersilaturahmi. Meski demikian, Abu Tholut tidak masuk dalam keanggotaan JAT. Menurut Abdurrahman, Tholut adalah sosok yang bersahabat dan memiliki keilmuan agama yang memadai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah benar Abu Tholut memiliki kemampuan merakit senjata dan membuat peledak? "Saya beberapa kali berdialog dengan beliau, tapi tidak tahu sejauh itu," kata Abdurrahman.

Menurut dia, Abu Tholut tidak setuju dengan penerapan fa'i di masa sekarang ini. Sebab Tholut meyakini fa'i adalah harta benda yang boleh digunakan lantaran ditinggalkan musuh yang melarikan diri.

"Kan sekarang ini tidak sedang perang. Jadi tidak ada fa'i, karena tidak ada kondisi peperangan terjadi. Fa'i tidak dimungkinkan," tutur Abdurrahman.

Terkait kemungkinan Tholut terlibat dalam kegiatan perampokan berdarah, dia pun tidak yakin. Sebab selama ini, dia mengenal Tholut sebagai pribadi yang tidak setuju mengambil harta milik orang lain.

"Saya rasa ini ada upaya by designed dengan istilah terorisasi, jadi menuduh kaum Muslim melakukan teror. Ini memaksakan kasus," kata Abdurrahman terkait dugaan Abu Tholut terlibat terorisme.

Menurut mantan anggota JI, Nasir Abas, Abu Tholut pernah menjadi pengajar atau instruktur bahan peledak di Afghanistan dari tahun 1987 sampai 1992. Abu Tholut juga pernah aktif di Mindanao, Filipina dengan menjadi pemimpin camp di Filipina pada 1999-2000. Karena inilah dia menengarai, Abu Tholut mudah mendapatkan pasokan senjata.

Nasir menyebut Abu Tholut pun pernah memimpin JI di Poso dari tahun 2000 sampai 2002. Hal itulah yang membuat Abu Tholut punya banyak chanel.

Abu Tholut pernah divonis 8 tahun, namun bebas karena mendapat remisi hingga 4 tahun. Abu Tholut mempunyai nama alias Mustafa. Selain mengejar Abu Tholut sebagai DPO, Mabes Polri juga masih mengejar 15 orang tersangka lagi. Dia diduga menjadi penggerak kelompok teroris di Sumatera Utara.

(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads