Yuki Tertutup Tapi Tak Pernah Bikin Ulah di Kampung

Penangkapan di Sumut

Yuki Tertutup Tapi Tak Pernah Bikin Ulah di Kampung

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2010 13:34 WIB
Solo - Yuki Wantoro ditembak mati polisi saat penyergapan terduga para pelaku perampokan Bank CIMB Niaga, Medan. Keluarga dan warga tempat asalnya di Solo menilai Yuki sebagai orang yang pendiam dan tertutup, namun tidak pernah membuat persoalan dengan warga yang lain.

Ayah kandung Yuki, Sina Karyadi, mengatakan bahwa semenjak keluar dari sekolah pada saat berada di bangku kelas dua SMA, Yuki kemudian bekerja di sebuah warung sate di kampung sebelah tempat tinggalnya. Sesekali Yuki juga berjualan barang bekas di Pasar Silir yang berada tak jauh dari rumahnya.

Selain bekerja, Sina juga mendapat informasi bahwa Yuki sering mengikuti pengajian-pangajian yang diadakan ormas tertentu yang memiliki paham pemikiran keras. Namun apa nama ormas tersebut, Sina mengaku tidak mengetahui secara pasti. Lagipula dia berbeda keyakinan agama dengan Yuki, sehingga dia merasa tidak perlu mencari kejelasan lebih lanjut karena menyangkut urusan agama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Sina memahami bahwa sejak kecil bungsu dari enam bersaudara itu memang memiliki sifat yang pendiam dan tertutup. Dia termasuk jarang berkomunikasi dengan kedua orangtuanya maupun saudara-saudaranya yang lain.

"Saya kira ketertutupannya (Yuki) kepada saya maupun ibunya bukan karena kami berbeda keyakinan dengannya, sebab dia tertutup juga kepada kakak-kakaknya yang menganut agama yang sama dengannya," ujar Sina saat ditemui di rumahnya di RT 04 RW 02, Kampung Tempen, Joyosuran, Solo, Selasa (21/9/2010).

Ketertutupan itupun berlanjut ketika semenjak dua tahun silam Yuki meninggalkan rumah untuk mencari pekerjaan. Saat itu dia hanya mengatakan akan merantau ke Sumatera bersama teman-temannya. Dia tidak menjelaskan kota tujuan maupun pekerjaan yang akan ditekuni.

Satu setengah bulan lalu dia pulang ke Solo untuk mengurus KTP. Beberapa hari berikutnya dia kembali berpamitan hendak pergi ke Jakarta. Dia hanya mengatakan akan berjualan kain di Jakarta. "Dia juga tidak meninggalkan alamat atau nomor kontak. Kami tahu dia memegang HP, tapi dia juga tidak meninggalkan catatan nomor HP-nya," ujar Sina yang sehari-hari bekerja sebagai satpam tersebut.
Β 
Perihal ketertutupan Yuki juga dibenarkan oleh ketua RT setempat, Sarodi. Dia menilai Yuki jarang bergaul maupun mengikuti kegiatan-kegiatan kampung seperti para remaja dan pemuda lainnya. "Saat masih di Solo dia juga terlihat jarang di rumah. Namun dia juga tidak pernah bermasalah dengan warga lain lain. Dia pendiam dan jarang bergaul," ujar Sarodi.

(djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads