"Kita sudah memperkecil (rombongan). Jumlah itu dari yang terdahulu berkurang 15 persen," kata Mensesneg Sudi Silalahi di Kompleks Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (21/9/2010).
Yang jelas, lanjut Sudi, SBY melakukan perjalanan dinas terkait dengan tugasnya sebagai kepala negara yang kerap kali terikat dengan sejumlah agenda resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rombongan terdapat pula paspampres dan staf kepresidenan. Bagian mana yang paling banyak diikutsertakan dalam perjalanan dinas tergantung pada agendanya. Selain itu dilihat pula kapasitas pesawat yang akan digunakan untuk perjalanan.
"Ya itu kapasitas pesawat yang kita lihat misalnya 70-90 orang," imbuh Sudi.
Menurut Sudi, selama dia menjadi Mensesneg, jumlah tim advance juga telah dipangkas separuh. Bila dulu tim advance yang dikirim ada 10 orang, kini hanya 5 orang. Tim advance bertugas pergi ke suatu tempat sebelum rombongan presiden datang. Di sana, merekalah yang mengurus keprotokoleran dan urusan lainnya.
Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mencatat anggaran perjalanan dinas Presiden, pejabat negara dan DPR mencapai Rp 19,5 triliun pada tahun 2010. Anggaran biaya perjalanan dinas terbesar dihabiskan oleh Presiden SBY dengan biaya sebesar Rp 179 miliar, disusul DPR dengan Rp 170 miliar. SBY pun diminta lebih berhemat saat melakukan perjalanan dinas ke dalam dan luar negeri.
(vit/fay)











































