Wapres Boediono Berangkat ke KTT ASEAN-AS dengan Rombongan Kecil

Wapres Boediono Berangkat ke KTT ASEAN-AS dengan Rombongan Kecil

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2010 11:39 WIB
Wapres Boediono Berangkat ke KTT ASEAN-AS dengan Rombongan Kecil
Jakarta - Keberangkatan pejabat negara untuk kunjungan kerja seringkali mendapat sorotan publik. Untuk menghindari sorotan, Wapres Boediono berangkat menghadiri KTT ASEAN-AS dengan memakai pesawat komersil dan rombongan yang kecil.

"Pertemuan ini sangat penting. Dan Asean-US memerlukan kehadiran kita," ujar  Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yopie Hidayat saat konferensi pers di  Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (21/8/2010).

Yopie mengatakan Boediono akan berangkat ke tempat pertemuan di New York,
Amerika Serikat pada tanggal 22 September 2010. Boediono akan memakai pesawat komersil, dengan membawa rombongan yang kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rombongan Wapres berjumlah 17 orang, mereka adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, Deputi Perekonomian Setwapres, serta sejumlah staf khusus. Sementara, rombongan yang dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa akan berangkat lebih dulu.

"Bapak Wapres menggunakan anggaran seefisien mungkin, karenanya kita memakai pesawat komersil dengan rombongan yang kecil," kata Yopie.

Kehadiran Boediono dalam pertemuan ini untuk menggantikan kehadiran Presiden SBY. Selain menghadiri pertemuan ini, Boediono juga akan memanfaatkan kehadirannya di Amerika Serikat untuk menggelar pertemuan dengan pengusaha untuk kepentingan investasi.

Keberangaktan pejabat negara memang akhir-akhir ini disorot tajam oleh sejumlah kalangan. Bahkan Koalisi Masyarakat Sipil saat menggelar konferensi pers di Kantor Transparency International Indonesia (TII) beberapa waktu lalu melansir  dana yang dianggarkan untuk membiayai perjalanan pejabat negara, khususnya  anggota Dewan ke luar negeri pada tahun ini mencapai Rp 73 miliar. Padahal anggaran untuk pos yang sama pada tahun 2005 hanyalah  Rp 968,4 juta.

(gun/nwk)


Berita Terkait