"Dalam buku handbook of Al Qaeda itu ada cara merekrut, cari dana, minta sumbangan dan merampok. Mereka akan terus melakukan itu," kata pengamat terorisme Mardigu saat berbincang dengan detikcom, Selasa (21/9/2010).
Mardigu mengatakan, kebiasaan merampok yang dilakukan teroris juga bukan barang baru. Sejak tahun 2000, para teroris memang selalu merampok untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk kegiatan mereka termasuk mengebom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, bank-bank terutama milik asing memang menjadi sasaran para teroris. Namun bank-bank BUMN juga tidak luput dari incaran. "Karena pemerintah sekarang ini kan dianggap kafir, jadi ya diincar sama mereka," kata Mardigu.
Di mata para teroris itu, mengambil uang dari bank bukanlah merampok. Menurut mereka, mengambil harta milik orang-orang kafir dianggap bukan berdosa.
"Jadi menurut mereka itu kayak minta pajak saja," kata Mardigu.
Densus 88 Anti Teror sudah menangkap 18 tersangka terorisme di Sumatera Utara (Sumut), termasuk tiga tewas ditembak. Kini polisi mengembangkan penyelidikan untuk menangkap 15 lagi tersangka lainnya yang merupakan bagian dari kelompok Medan.
(ken/fay)











































