Seberapa Berbahayakah Abu Tholut, Penggerak Teroris Medan?

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2010 11:07 WIB
Jakarta - Sejumlah nama menjadi beken karena terkait kasus terorisme. Sebut saja Dr Azahari, Noordin M Top, dan Dulmatin. Kini nama Abu Tholut mencuat seiring digulungnya jaringan teroris di Medan. Seberapa berbahayakah Abu Tholut?

"Abu Tholut itu ahli dalam pengadaan senjata. Kalau ada orang yang begini berbahaya tidak?" cetus mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (21/9/2010).

Abu Tholut juga pernah ditangkap polisi dan di muka pengadilan mendapat vonis delapan tahun penjara karena kepemilikan senjata api dan bahan peledak. "Setelah bebas, dia membentuk kelompok di Aceh, melakukan pelatihan dan perampokan berdarah," sambung Nasir.

Apakah dia juga memiliki kemampuan merakit senjata maupun membuat peledak? "Bisa. Dia pernah menjadi pengajar atau instruktur bahan peledak di Afghanistan dari tahun 1987 sampai 1992," tutur pria berkacamata ini.

Ditambahkan Nasir, Abu Tholut juga pernah aktif di Mindanao, Filipina. Abu Tholut pernah menjadi pemimpin camp di Filipina pada 1999-2000. Karena inilah dia menengarai, Abu Tholut mudah mendapatkan pasokan senjata.

"Dia juga pernah memimpin JI di Poso dari tahun 2000 sampai 2002, jadi dia punya banyak chanel," sambungnya.

Terduga teroris yang ditangkap di Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara (Sumut) disinyalir digerakkan Abu Tholut. Abu Tholut pernah divonis 8 tahun, namun bebas karena mendapat remisi hingga 4 tahun. Abu Tholut mempunyai nama alias Mustofa. Selain mengejar Abu Tholut sebagai DPO, Mabes Polri juga masih mengejar 15 orang tersangka lagi. Total dalam kasus ini, polisi menangkap 33 orang, termasuk 3 orang yang tewas.

(vit/nrl)