Salah seorang warga, Niar, yang rumahnya tak jauh dari kediaman Marwan, menyatakan terkejut setelah mendengar kabar Marwan ditangkap karena masalah terorisme dan terkait dengan kasus perampokan CIMB Niaga Jl. Arief Rahman Hakim Medan.
"Sudah lebih dari 10 tahun dia dan istrinya tinggal di kampung ini. Dia selama ini bekerja sebagai petani," kata Niar di Hamparan Perak, Selasa (21/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marwan dan dua rekannya, Surya Syahputra dan Ridwan, dinyatakan sebagai anggota teroris dan ditembak di dua lokasi terpisah. Marwan dan Surya ditembak anggota Densus 88 di salah satu jembatan di Kota Rantang, Hamparan Perak. Sedangkan Ridwan yang akhirnya meninggal dunia, ditembak saat penggerebekan di rumahnya. Marwan dan Surya saat ini dirawat di RS Bhayangkara Jl. Sei Padang Dalam, Medan.
Pasca pennyergapan tersebut jembatan yang menjadi saksi, kini ramai dikunjungi warga sekitar. Mereka ingin melihat lokasi penembakan para pria yang dinyatakan sebagai anggota teroris tersebut. Bercak darah juga masih terlihat di lantai jembatan tersebut.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyatakan, Marwan alias Wakno alias Wakgeng merupakan salah satu tokoh utama kasus terorisme di beberapa daerah di Indonesia, dan juga pelaku perampokan CIMB Niaga
(djo/djo)











































