Mohammad Akram membakar diri dengan disaksikan puluhan orang di depan kediaman keluarga Gilani di Kota Multan, Pakistan timur pada Minggu, 19 September waktu setempat. Akram yang berumur 30 tahun itu mengalami luka-luka bakar sangat parah hingga akhirnya meninggal.
"Dia menderita luka-luka bakar 90 persen dan hari ini dia meninggal di rumah sakit meskipun para dokter telah mengupayakan yang terbaik untuk menyelamatkan dia," kata perwira polisi Rizwan Khan kepada kantor berita Reuters, Selasa (21/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir dahsyat yang melanda Pakistan beberapa waktu lalu telah menyebabkan sekitar 10 juta orang kehilangan tempat tinggal. Banjir tersebut merupakan bencana alam terburuk di Pakistan. Rakyat merasakan kemarahan terhadap pemerintah Pakistan karena dianggap lamban memberikan respons.
(ita/nrl)











































