"Ya hari ini pukul 10.00-11.00 WIB kita akan memanggil Kepala Disorda Pemprov DKI. Tapi katanya sampai sekarang belum datang," ujar Ketua KPAI Hadi Supeno ketika dihubungi detikcom, Selasa (21/9/2010).
Hadi membantah pihaknya mengganggu tugas polisi yang sedang mengusut kasus itu berdasarkan laporan dari orangtua korban. Pihaknya hanya ingin kasus tidak terulang dan para pelajar tidak trauma.
"Kalau dengan kejadian seperti ini, pelajar tidak ada yang mau jadi Paskibra kan repot. Kalau yang soal laporan ke polisi silakan itu diproses," imbuhnya.
Hadi menuturkan, kasus pelecehan seksual itu merupakan tanggung jawab Disorda. Sebab pengawasan Paskibra dilakukan oleh Disorda.Β Β
"Mudah-mudahan nanti bisa terjadi mediasi. Supaya ada penyelesaian yang terbaik dan menghindari kejadian serupa terjadi di kemudian hari," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah anggota Paskibra putri dan putra mengaku mendapatkan pelecehan seksual selama menjalani pelatihan di Cibubur, 3-6 Juli lalu. Di situ, Paskibra putri ditelanjangi dan disuruh berbaris dalam keadaan basah kuyup.
Sementara Paskibra putra disuruh melakukan push up dingin. Push up dingin adalah istilah di mana 3-4 putra tidur bertumpukan di atas tubuh temannya satu sama lain dalam keadaan telanjang bulat dan basah kuyup serta berbusa.
Kasus pelecehan seksual ini mengemuka setelah orangtua korban melaporkan ke Purna Paskibra Indonesia (PPI). Namun, laporan mereka tidak ditanggapi oleh PPI.
Korban kemudian mengadu ke Disorda. Namun, Disorda tidak bertindak tegas terhadap para pelaku.
(nik/fay)











































