"Para perampok ini hanya bagian kecil dari jaringan terorisme karena mereka hanya bertugas sebagai pencari dana saja," kata pengamat terorisme Mardigu saat berbincang dengan detikcom, Selasa (21/9/2010).
Menurutnya, modus perampokan yang dilakukan oleh para teroris merupakan hal biasa yang dilakukan dalam rangka mengumpulkan dana.
"Di dunia teroris itu kan ada yang memimpin, ada yang propaganda, ada yang mengumpulkan dana. Salah satu cara yang dilakukan dengan merampok," kata dia.Β
Pelaku teroris yang tertangkap ini, jelas dia masih merupakan jaringan Aceh yang merupakan fusi atau gabungan dari Negara Islam Indonesia (NII), Jamaah Islamiyah (JI), dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
"Ini masih fusi dari semua itu, termasuk alumni dari Mindanao," ujarnya.
Mardigu menambahkan, mereka yang tergabung dalam jaringan terorisme ini sudah semakin dewasa serta memiliki kemampuan yang lebih baik.
"Semakin dewasa, kalau dulu hanya jadi pengantar Noordin M Top sekarang sudah bisa merakit bom," jelas dia.
(ayu/fay)











































