Museum Irak Temukan 600 Artefak yang Hilang Pasca Invasi AS Tahun 2003

Museum Irak Temukan 600 Artefak yang Hilang Pasca Invasi AS Tahun 2003

- detikNews
Selasa, 21 Sep 2010 01:43 WIB
Baghdad - Museum Nasional Irak telah menemukan kembali lebih dari 600 artefak yang hilang sejak adanya invasi Amerika Serikat (AS) tahun 2003 lalu. Benda-benda bersejarah tersebut disembunyikan di gudang kantor milik Perdana Menteri.

Sejak invasi AS untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein berlangsung 7 tahun lalu, sebanyak 15.000 relik dijarah. 638 Artefak di antaranya diserahkan ke PM, namun dinyatakan hilang lagi.

"Kami menemukan artefak itu di salah satu gudang kantor Perdana Menteri bersama dengan beberapa peralatan dapur. Ketika kita membuka kotak kita menemukan artefak-ertefak tersebut," kata Menteri Pariwisata Irak, Qahtan al-Jibouri, seperti dikutip reuters, Senin (20/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalangan sejarawan menganggap Irak telah kehilangan warisan budaya nasional setelah terjadinya aksi penjarahan massal tahun 2003 itu. Padahal Irak adalah salah satu tempat lahirnya peradaban di muka bumi ini.

Ratusan benda antik yang kini kembali termasuk patung tanpa kepala raja Sumeria yang dikoleksi Saddam. Selain itu adalah tembikar, cangkir kaca, manik-manik dari periode sejarah Mesopotamia.

"Kami mendesak pemerintah Irak menyediakan penjaga untuk melindungi barang antik Irak. Peningkatan jumlah petugas tentu akan menghentikan proses mencuri barang antik kami," kata Qais Hussein, Kepala Komisi Barang Antik Irak.
(irw/ayu)


Berita Terkait