Sejak invasi AS untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein berlangsung 7 tahun lalu, sebanyak 15.000 relik dijarah. 638 Artefak di antaranya diserahkan ke PM, namun dinyatakan hilang lagi.
"Kami menemukan artefak itu di salah satu gudang kantor Perdana Menteri bersama dengan beberapa peralatan dapur. Ketika kita membuka kotak kita menemukan artefak-ertefak tersebut," kata Menteri Pariwisata Irak, Qahtan al-Jibouri, seperti dikutip reuters, Senin (20/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan benda antik yang kini kembali termasuk patung tanpa kepala raja Sumeria yang dikoleksi Saddam. Selain itu adalah tembikar, cangkir kaca, manik-manik dari periode sejarah Mesopotamia.
"Kami mendesak pemerintah Irak menyediakan penjaga untuk melindungi barang antik Irak. Peningkatan jumlah petugas tentu akan menghentikan proses mencuri barang antik kami," kata Qais Hussein, Kepala Komisi Barang Antik Irak.
(irw/ayu)










































