"Suratnya memang benar," kata Taufik saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/9/2010).
Taufik mengatakan, surat itu dikirimkan kepada Kapolda Sumut terkait peristiwa di Pos Golf Bravo Bandara Polonia Medan. Saat itu, rombongan Densus 88 Polri memaksa masuk area Delta Bandara Polonia untuk boarding ke pesawat carter tanpa mengindahkan prosedur yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Taufik enggan berbicara lebih banyak mengenai surat yang dibuat pada Kamis 16 September tersebut. Semuanya sudah diserahkan kepada Kapolda Sumut.
"Kita sudah sampaikan ke Kapolda Sumut," kata Taufik.
Sebelumnya diberitakan, keberadaan Densus 88 Polri di Medan diprotes Pangkalan TNI AU Medan. Para personel Densus 88 yang berjumlah 20 orang memaksa masuk ke area Delta Bandara Polonia untuk boarding ke pesawat carter tampa mengindahkan prosedur yang berlaku. Seorang di antaranya menggertak tentara yang berjaga dengan menyebut ada jenderal polisi bintang tiga dalam rombongan ini.
Berikut kronologi ulah para anggota Densus 88 di Pos Golf Bravo Bandara Polonia Medan dalam surat 'Kronologi Kejadian di Pos Golf Bravo Bandara Polonia Medan', seperti fotokopi lampiran yang didapatkan detikcom, Senin (20/9/2010):
Pada hari ini Senin, tanggal 13 September 2019 sekira pukul 15.20 WIB, pada saat saya (Praka Didik S) sedang bertugas jaga di Pos GB (Golf Bravo) Bandara Polonia Medan bersama dengan seorang Security Angkasa Pura atas nama Joko Santoso.
Datang rombongan sekira 20 orang dengan berjalan kaki yang tidak kami kenal hendak masuk area Airside Bandara Polonia Medan. Kemudian saya menanyakan keperluan kepada rombongan tersebut, lalu salah satu dari mereka menjawab 'mau naik pesawat' lalu kami arahkan ke mereka "bila ingin naik pesawat, harus melalui terminal keberangkatan atau VIP Room Bandara Polonmia Medan". Namun mereka tetap ingin masuk melalui Pos Golf Bravo untuk naik pesawat dan mereka terap bersikeras dengan alasan misi operasi negara dan saya tetap melarang rombongan untuk masuk melalui Pos Golf Bravo. Lalu salah satu dari mereka lagi menjawab "Kamu tau yang di depanmu itu Jendera bintang tiga". Lalu saya menjawab "Siap mohon ijin, karena kami tidak ada tembusan atau pemberitahuan sebelumnya. Saya hanya menjalankan prosedur sebagai petugas jaga di Pos Golf Bravo".
Namun mereka tetap berjalan masuk melewati Pos Golf Bravo. Lalu salah satu dari mereka mengatakan "Kamu jangan menghalangi misi operasi negara". Kemudian Security Angkasa Pura atas nama Joko Santoso melaporkan kejadian tersebut kepada Danton Security atas nama Jumadi.
Demikianlah kronologi ini dibuat dengan sebenar-benarnya sesuai dengan kejadian tersebut. Kemudian ditutup dan ditandatangani pada hari dan tanggal seperti tersebut di atas.
Laporan kronologi ini disusun anggota TNI AU Praka Didik S kepada Dan Lanud Medan. Kronologi ini ditembuskan kepada GM PT AP II Bandara Polonia Medan dan Dansatpom Lanud Medan.
(ken/nrl)











































