Salah satu pria itu mengenakan baju koko, mengenakan lobai putih dan berjenggot. Dia enggan menyebutkan identitasnya. Sedang seorang lagi berbaju coklat dan memakai jaket biru. Keduanya mengaku satu keluarga dan tinggal di daerah Tandem, Kabupaten Langkat, Sumut, sekitar 70 kilometer dari Medan.
Pria berlobai (kopiah) putih mengaku ingin memastikan apakah benar salah satu jenazah adalah bagian keluarganya. Namun dia belum diizinkan melihat ketiga jenazah di ruang mayat RS Bhayangkara karena proses otopsi belum selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pria berbaju coklat dan mengenakan jaket biru mengaku, mereka mendapat kabar salah satu keluarganya bernama Muhammad Ridwan, terkena tembakan pada bagian kaki dan dada kiri di Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (19/9/2010) malam. Namun ia juga belum dapat memastikan apakah salah satu jenazah merupakan keluarganya karena belum diizinkan melihat ketiga jenazah yang tewas dalam penggerebekan Densus 88, Minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB.
"Kami hanya mendapat kabar, adik kami terkena tembakan di kaki dan dadanya. Inilah yang mau kami pastikan," kata pria tersebut.
(djo/djo)











































