Renovasi Makam Gus Dur Dibahas di Rapat Kabinet

Renovasi Makam Gus Dur Dibahas di Rapat Kabinet

- detikNews
Senin, 20 Sep 2010 15:57 WIB
Medan - Pemerintah berencana merenovasi makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Hal ini sebagai bentuk penghormatan negara kepada para pemimpinnya.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada detikcom, Senin (20/9/2010).

"Hal tersebut (rencana renovasi makam Gus Dur) menjadi salah satu topik yang dibahas dalam rapat kabinet siang tadi," kata Andi. Rapat kabinet terbatas bidang kesra itu dihadiri oleh semua menkoย  dan sejumlah menteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Andi, sesuai dengan tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dan keinginan keluarga, pembangunan makam Gus Dur tidak perlu dilakukan. Keluarga menilai, yang lebih penting dilakukan adalah pelebaran jalan, lahan parkir, serta penyesuaian ruang Pondok Pesantren Tebu Ireng dengan makam Gus Dur.

"Peziarah makam Gus Dur terus meningkat, perlu penataan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di Ponpes Tebu Ireng.
Jadi untuk menghormati Gus Dur dilakukan dengan cara memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada para peziarah," ungkap Andi.

Gus Dur meninggal dunia pada 30 Desember 2009 lalu akibat berbagai penyakit komplikasi yang dideritanya. Gus Dur menghembuskan napas terakhir setelah dirawat sekian hari di RSCM, Jakarta. Jenazah mantan Ketua Umum PBNU itu kemudian dimakamkan secara militer di kompleks makam Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Pada Agustus lalu, Menko Kesra Agung Laksono menyatakan, pemerintah menyiapkan Rp 180 miliar untuk membuat kawasan wisata religi di pemakaman Gus Dur.

(djo/nrl)


Berita Terkait