Masyarakat Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, dalam sepekan ini resah dengan masuknya kelompok gajar liar ke perladangan milik masyarakat. Gajah liar itu jumlahnya mencapai 20 ekor yang saban masuk keperkebunan milik masyarakat.
"Gajah liar sudah merusak perkebunan kelapa sawit kami. Pohon sawit yang baru berusia tiga tahun kondisinya rusak berat karena dicabut gajah. Ini sangat merugikan masyarakat. Ini ancaman serius bagi petani sawit," kata Himawan (45) warga Desa Pauh Ranap dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (20/09/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah mengusir gajah itu, tapi tetap saja tidak beranjak. Malah gajah ini dengan santai merusak tanaman kelapa sawit kita. Kalau pemerintah tidak segera mengatasi masalah ini, maka konflik antara gajah dengan masyarakat akan terjadi," kata Bagus warga lainnya.
(djo/djo)











































