"Bagus, buru-buru lu pindah dari Jakarta, gue girang juga," cetus pria yang akrab disapa Foke ini menanggapi Jakarta Utara yang diperkirakan akan tenggelam pada 2030 oleh Walhi Jakarta.
Hal itu disampaikan Foke usai memimpin apel peringatan 65 tahun Rapat Raksasa Ikada di selatan Monas, Jakarta, Senin (20/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi Gubernurnya ini orang Betawi, orang Jakarta, masak dibiarin kampungnya tenggelam," ujarnya dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos.
Prediksi itu tidak benar? "Saya tidak mengatakan itu keliru. Karena saya tidak melihat hasil penelitiannya," ucap Foke yang hari ini mengenakan kemeja Korpri.
Ditambahkan dia, semua orang punya kewajiban untuk melakukan upaya pencegahan agar prediksi itu tidak terjadi. "Itu merupakan kewajiban seluruh warga Jakarta. Kalau dia masih tetap mau tinggal di Jakarta," imbuh Foke.
Sebelumnya Walhi Jakarta memperkirakan jalan yang ambrol di Jakarta Utara bisa saja meluas. Bahkan yang paling parah adalah Jakarta Utara bisa tenggelam. Apalagi daerah itu 40 persennya berada di bawah permukaan laut sehingga akan mudah tergenang saat hujan atau pada saat air laut pasang.
(vit/nrl)











































