SBY Diminta Lebih Menghemat Anggaran Perjalanan Dinas

SBY Diminta Lebih Menghemat Anggaran Perjalanan Dinas

- detikNews
Senin, 20 Sep 2010 07:35 WIB
Jakarta - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mencatat anggaran perjalanan dinas Presiden, pejabat negara dan DPR mencapai Rp 19,5 triliun pada tahun 2010.

Anggaran biaya perjalanan dinas terbesar dihabiskan oleh Presiden SBY dengan biaya sebesar Rp 179 miliar, disusul DPR dengan Rp 170 miliar. SBY pun diminta lebih berhemat saat melakukan perjalanan dinas ke dalam dan luar negeri.

"Pesiden harus lebih berhemat. Selama ini kan dia yang selalu meminta agar menghemat biaya perjalanan," ujar Sekjen Fitra, Yuna Farhan, Senin (20/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuna menjelaskan rencana pembelian pesawat untuk presiden pun tidak perlu dilakukan. Menurutnya sebagai kepala negara, SBY harus melihat dulu bagaimana kondisi masyarakat di dalam negeri.

"Ini bukan soal simbol negara dan kebanggaan. Buat apa bangga punya pesawat tapi rakyatnya masih miskin," jelas dia.

Yuna menilai bukan hanya perjalanan dinas DPR yang harus disoroti, tetapi juga kunjungan presiden,Β  pejabat kementerian ke dalam dan luar negeri. Seringkali kunjungan ini juga tidak mendatangkan manfaat apa-apa bagi masyarakat.

"Seperti di Kementerian Kesehatan itu anggarannya Rp 145 miliar. Dana kesehatan masyarakat kecil, tapi mengapa biaya perjalanan dinas sangat besar," sindirnya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi dalam penjelasannya 5 Juli lalu menjamin seluruh anggaran sudah dirumuskan lewat prinsip efektif dan efisien.

"Pada setiap perjalanan dinas, presiden selalu mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas. Untuk penghematan, kunjungan menghadiri sidang di berbagai forum regional dan multilateral, seringkali dirangkaikan dengan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara sahabat," jelas Sudi.


(rdf/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads