Itulah prediksi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta. Kapan tenggelamnya? Diperkirakan pada 2030 atau 20 tahun mendatang. Memang masih lama dan baru sekadar prediksi, namun bukan berarti harus dibiarkan begitu saja.
"Yang tenggelam termasuk juga rumah-rumah. Sebab di daerah itu, 40 persen berada di bawah permukaan laut. Banyaknya genangan sampai dengan banjir akan semakin menambah kemungkinan itu," ujar Direktur Walhi DKI Jakarta Ubaidillah kepada detikcom, Minggu (19/9/2010).
Menurut dia, ancaman amblesnya Jakarta Utara karena kenaikan muka air laut dan penurunan muka air tanah. Selain hujan mengakibatkan genangan air yang luas, ada pula kiriman air dari arah selatan Jakarta.
"Karena luapan dari pasang air laut, tanpa hujan pun sudah tergenang," sambung Ubai.
Tentang eksploitasi air tanah yang mengakibatkan penurunan muka air tanah, hal itu juga perlu mendapat perhatian. Menurut Ubai, jika masyarakat biasa yang menggunakan air tanah maka hal itu bisa ditolerir. Sebab warga Jakarta yang terlayani PAM baru sekitar 54 persen.
"Nah, selebihnya mereka menggunakan air tanah. Industri kecil maupun besar juga menggunakan air tanah tapi tidak ada pengontrolan. Seharusnya yang begitu dikontrol agar tidak memperparah penurunan muka air tanah," tambah Ubai.
(vit/ndr)











































