Berwisata dan Berburu Rejeki di Lokasi Bencana

Berwisata dan Berburu Rejeki di Lokasi Bencana

- detikNews
Minggu, 19 Sep 2010 13:55 WIB
Berwisata dan Berburu Rejeki di Lokasi Bencana
Jakarta - Banyaknya warga yang penasaran ingin melihat ruas Jl RE Martadinata yang ambles, menarik perhatian pedagang keliling dan asongan. Mereka ikut meramaikan suasana dan berharap rezeki dengan menjajakan dagangan di sana.

Berdasar pantauan detikcom, pedagang makanan dan minuman tampak di sela-sela kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian. Mereka terlihat tidak kalah 'sibuk' dibanding petugas yang tengah meneliti penyebab amblesnya ruas jalan sepanjang 103 meter pada Kamis (16/9) dini hari lalu.

"Kalau kejadian begini kan biasanya banyak anak-anak sama orang tuanya yang nonton, makanya saya ke sini," kata Badrudin (38), salah satu pedagang es corong, Minggu (19/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badrudin sehari-hari menjajakan es corong di wilayah Jakarta Barat. Tahu ada keramaian di jalan menuru Tanjung Priok, Jakarta Utara, termos es pun lantas dia arahkan ke lokasi.Β  .

"Saya denger ada kejadian waktu di Terminal Kalideres. Siangnya (Kamis) saya langsung ke sini naik bus," tuturnya..

Prediksi Badrudin tepat. Untung yang diraupnya di Tanjung Priok lebih besar ketimbang jualan pada hari biasa. "Pas kejadian sampai sekarang lumayan dapet Rp 300 ribu terus. Kalau biasanya cuma Rp 100 ribu se hari," katanya sambil tersenyum.

"Terus, kalau hari biasanya baru pulang jam 5 ke kontrakan sekarang paling jam 1 jam 2 udah abis," sambung laki-laki asal Bogor ini.

Senada dengan Badrudin,Β  Suhemi (21),pedagang minuman kemasan dalam kemasan juga mengaku meraup untung lumayan sejak berjualan di lokasi ambrolnya jalan. "Hari biasa cuma habis 50 gelas, tapi dari hari pertama selalu habis 100 gelas," tuturnya.

Begitu juga dengan Surya (35). Jika hari biasa dia membawa pulang Rp 70 ribu, maka sejak memutuskan berjualan di lokasi kejadian, keuntunggannya per hari naik dua kali lipat keuntungan.

Lokasi ambrolnya Jalan RE Martadinata bak memiliki magnet bagi warga di kawasan Tanjung Priok. Terlihat beberapa warga nekat melintas garis polisi untuk melihat lebih dekat sisa kejadian.

Padahal tulisan "Hati-hati! Daerah berbahaya rawan longsor" tertempel hampir di setiap ruas jalan menuju lokasi. Bahkan banyak warga yang datang berbondong-bondong membawa anaknya hanya sekadar melihat atau berfoto.

(ahy/lh)


Berita Terkait