"Di sana dijaga Pemkot Bekasi, Pemda Jawa Barat, dan ratusan polisi, pakai Brimob," ujar Pendeta Erwin Marbun dari HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, saat dihubungi detikcom, Minggu (19/9/2010).
Karena penjagaan tersebut, ratusan jemaat tidak dapat beribadah di tempat tersebut. Akhirnya mereka memilih untuk berkumpul di Gereja Puyuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, jemaat enggan menggunakan bekas Gedung OPP karena tempat tersebut dinilai tidak layak. "Itu seperti membuang kami," ucap dia.
Disampaikan dia, pada Senin besok akan ada pertemuan untuk mencari kesepakatan terkait tempat ibadah bagi jemaat HKBP. "Katanya sih kami mau diajak. Pertemuannya besok," imbuhnya.
Sebelumnya, ibadah jemaat HKBP diminta untuk dipindahkan ke bekas Kantor OPP sebagai bentuk pengayoman terhadap umat Kristiani di Bekasi. Hal itu untuk menghindari adanya kekerasan terhadap jemaat seperti yang terjadi pekan lalu di mana anggota majelis HKBP Pondok Timur Indah menjadi korban penusukan saat akan beribadah.
(vit/ndr)










































