Tahap fit and proper test kandidat petinggi negara dicurigai jadi ajang 'politik dagang sapi' oleh anggota DPR yang punya kepentingan terselubung. Agar tidak mencemari pemilihan Kapolri baru, Presiden SBY cukup mengusulkan 1 nama kepada DPR.
"Untuk menghindari politik dagang sapi, kami menghimbau Presiden SBY agar menyerahkan satu nama calon saja ke DPR," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam surat elektroniknya, Minggu (19/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mempunyai integritas, kompetensi, pengalaman dan intelektualitas mumpuni.
2. Bebas dari unsur kekerabatan, seperti ipar, menantu, besan atau calon besan dari elit pejabat.
3. Bebas dari rekanan di lingkungan Polri (bebas KKN).
4. Mempunyai perspektif kepemimpinan the right man on the right place.
5. Konsisten membawa Polri menuju pembaruan di segala bidang.
6. Tidak terlibat dalam proyek di lingkungan Polri.
7. Mendapat dukungan internal Polri, akseptabilitas publik dan bukan perwira 'karbitan'.
"Kami berharap DPR jangan mau berspekulasi pada calon miskin pengalaman. Sebab Polri butuh pemimpin yang mempercepat reformasi Polri agar Polri tidak terus menerus dihujat publik," sambung Pane.
Ada dua petinggi Polri disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Bambang Hendarso Danuri yang akan pensiun pada Oktober 2010. Mereka adalah Irwasum Komjen Pol Nanan Soekarna dan Kalemdiklat Irjen Pol Imam Sudjarwo.
Presiden SBY juga dikabarkan sudah menetapkan calon Kapolri baru dan menyampaikannya kepada DPR dalam waktu dekat. Namun masih belum dapat dipastikan apakah satu atau dua cama calon yang resmi dia ajukannya nanti.
(djo/lh)











































