Peristiwa itu menyebabkan ruas jalan tersebut ditutup total pada Sabtu (18/9/2010). Jalanan yang kosong, lantas dimanfaatkan anak-anak kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, untuk bermain bola di jalan raya.
Sejak pukul 08.00 WIB pagi, mereka telah berkumpul di lapangan dadakan tersebut. Ada
dua kelompok bermain bola, dengan 4 tim kecil yang mereka bentuk. Satu tim berjumlah
5-6 anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kata Iqbal, salah satu anak.
Meski matahari kian terik, namun hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak tersebut untuk berebut bola tanpa pakai alas kaki. Mereka terlihat sangat bersuka ria di atas jalan berlapis beton itu.
Kebetulan pula, bermain sepak bola sudah lama tidak bisa mereka lakukan. Sebuah
lapangan rumput yang berada di pinggir jalan tergenang oleh air rob selama hampir
dua bulan ini.
"Kita sudah nggak main bola lagi sejak lapangannya kebanjiran sebelum puasa
kemarin," kata Ahmad yang bertelanjang dada saat bermain.
Ditutupnya Jl RE Martadinata juga dimanfaatkan oleh warga-warga sekitar untuk membuat jasa parkir kendaraan. Setidaknya ada dua area parkir yang tumbuh di lokasi. Umumnya, warga yang ingin menonton sisa-sisa amblasnya jalan dipungut Rp 2.000 untuk sekali parkir.
(irw/ken)











































