Sosok Imam memang tak cukup dikenal di kalangan publik. Wajar saja hampir sepanjang karirnya di kepolisian, pria berusia 55 tahun ini lebih banyak ditempatkan di Korps Brimob.
"Dia lebih kental nuansa Brimob-nya, dia jenderalnya Brimob," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Sabtu (18/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karir Imam terus menanjak dengan menjabat Dansat Brimob Polda Kaltim (1991), Dansat Brimob Polda Kalbar (1993), Kasubag Ops Binsis Sesdit Samapta Polri (1996), Pabandya Orgs Ops Korbrimob Polri (1997), Kapolres Banyuwangi Polda Jatim (1999), Waka Polwil Kediri Polda Jatim (2000), Kabid Ops Korbrimob Polri (2000), Danmen IV Korbrimob Polri (2001), Kasat I Gegana Korbrimob Polri (2003) Kakortarsis Dit Bintarlat Akpol (2004), Waka Polda Kepulauan Bangka Belitung (2005), Kapolda Bangka Belitung (2005), Waka Korbrimob Polri (2008), Ka Korbrimob (2009-2010) dan terakhir menjabat Kalemdikpol (2010-sekarang).
Imam memang tidak pernah menunjukkan prestasi menonjol, namun sebagai jenderal Brimob dia dikenal tegas. Imam hanya sekali menjabat Kapolda.
"Secara komitmen dan integritas bagus. Tapi sosok Kapolri itu punya banyak tantangan dan hanya orang yang terlatih dan tangguh saja yang sanggup bertahan," jelas Neta.
Kans Imam menjadi Kapolri mulai terbuka saat ia menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol). Berdasarkan Perpres no 52 tahun 2010 tentang perubahan struktur Polri, jabatan Imam naik menjadi bintang tiga alias Komjen yang artinya Imam sangat mungkin menjadi salah satu calon terkuat Kapolri. Meskipun, pihak Mabes Polri menyatakan kenaikan pangkat Imam masih menunggu keputusan Kapolri.
(ape/fay)











































