Karir Nanan di kepolisian ditopang berbagai pendidikan dan sarat pengalaman tambahan, seperti Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Angkatan XXI (1986), Pendidikan Kejuruan Serse (1987), Kibi Hankam (1989), FBI Academy USA 167 (1990), Sespimpol Angkatan XXX (1995), Seskogab Angkatan XXVI (1999), Lemhannas KSA XIII (2005), NEI FBI USA (2008), serta Akta IV IKIP Bandung, NAC Learning, dan ESQ Leadership.
Nanan cukup beruntung karena pernah menimba pengalaman dari 6 Kapolri terdahulu. Ia pernah menjadi korspri dan stafnya secara langsung yaitu; korspri Jenderal Dibyo Widodo saat Kapolda Metro Jaya, Korspripim Jenderal Rusdiharjo dan Jenderal Bimantoro, sebagai SES NCB Interpol Jenderal Dai Bachtiar yang mendampinginya saat kegiatan kerjasama internasional dan ke luar negri, menjadi Sahli bidang Sospol Kapolri Jenderal Sutanto dan menjadi Kadivhumas serta Irwasumnya Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suami dari Yetty Suprapti ini menerima banyak penugasan kewilayahan diantaranya Kapolsek Sepatan, Tangerang, Wakapolresta Kediri, Kapolres Jakarta Timur, Kapolwil Purwakarta, Kapolwil Bogor, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Kalbar dan Kapolda Sumut.
Selain itu ayah dari AKP Dhany Aryandi TH (30) dan Donny Aryandy (28) mempunyai pengalaman dalam penugasan di berbagai lembaga pendidikan kepolisian, seperti Kepala Unit Patroli Kota Sabhara Polda Metro Jaya, Wadankie Patroli Kota Sabhara Polda Metro Jaya, Kepala Komputer Puskodalops Polda Metro Jaya, Tenaga Pendidik SPN Mojokerto, Kepala Korsiswa selama 5 tahun di SPN Mojokerto, Danyon Taruna Akpol, Korspri Pimpinan Kapolda Metro Jaya, Korspri Pimpinan Kapolri, Kapuskodalops Polda Sulsel, Ses NCB Interpol Indonesia, Staf Ahli Bidang Sospol Kapolri, Kadiv Humas Polri, dan terakhir menjabat sebagai Irwasum Polri.
Karir Nanan sempat jatuh saat dicopot dari Kapolda Sumatera Utara karena kasus meninggalnya Ketua DPRD Sumut Aziz Angkat akibat ada kelalaian protap pengamanan saat terjadi demo.
"Memang waktu di Sumut dia ada kelalaian. Tapi waktu jadi Kapolda Kalbar dia kan pernahΒ mengkampanyekan gerakan anti korupsi," jelas Neta.
Nanan dikenal jenderal yang memiliki hobi olahraga. Menurut informasi, Nanan memiliki segudang hobi yang diantaranya tergolong mewah. Seperti golf, classic car, off road, dan jetski, shooting, bowling, motorbike touring, dan sport car.
Lalu siapakah yang akan dipilih SBY? Imam atau Nanan? Sayangnya, SBY tak menyampaikan secara terbuka bagaimana seleksi Kapolri dan siapa-siapa saja yang tengah digodoknya. Tentunya kita berharap SBY bisa memilih Kapolri yang bisa membawa perubahan lebih baik.
(ape/fay)











































