"Ada sekitar 5 kwintal sudah kita angkut," ujar Kepala Bagian Penegakan Hukum di Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Ridwan Pandjaitan kepada detikcom, Jumat (17/9/2010).
Menurut Ridwan, matinya ikan-ikan tersebut masih dalam penyelidikan di
laboratorium. Namun, dugaan sementara karena perubahan cuaca dan suhu akibat hujan terus menerus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan menjelaskan, ikan-ikan tersebut mati karena ada perbedaan suhu yang mencolok antara suhu dasar laut dengan di atas permukaan. Perbedaan suhu ini yang mendorong ikan sulit mencari oksigen.
"Mereka juga berebut oksige dengan plankton dan akhirnya oksigen untuk ikan tidak cukup," tuturnya.
Cuaca ekstrem yang melanda Jakarta beberapa akhir ini sangat mempengaruhi terhadap kondisi air. Air dengan perbedaan suhu menyebabkan ikan tak bisa bertahan lama hidup.
(ape/ape)











































