Kapolsek Kemayoran Komisaris Polisi JR Sitinjak mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku. "Kita lagi mau cari cowoknya," kata Sitinjak saat dihubungi, Jumat (17/9/2010).
Sitinjak menduga, pelaku adalah orang yang sama dengan peristiwa serupa di hotel lain di Jakarta Pusat. "Bulan Juli lalu, di hotel masih di Jakarta Pusat, pelakunya dia juga dengan modus yang sama," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sitinjak mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh office boy (OB) hotel tersebut. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi tidak berbusana.
"Korban masih telanjang. Tapi bajunya ada," katanya.
SF sendiri check in di hotel melati itu pada Rabu (15/7) sekitar pukul 20.25 WIB bersama seorang pria. SF dan pasangannya sendiri harusnya check out dari hotel itu pada Kamis (16/7) pukul 13.00 WIB.
Sebelum check out, resepsionis mengingatkan penyewa kamar itu mengenai batas waktu check out. Namun, resepsionis tidak dapat menghubunginya melalui sambungan telepon hotel.
"Gagang telponnya ternyata sudah tergantung, sehingga resepsionis susah untuk menghubunginya," ujarnya.
Mengetahui hal itu, OB kemudian diminta untuk mengecek ke dalam kamar. Namun, saat OB mengeceknya, tidak ada jawaban dari balik kamar.
"Lalu kamarnya didobrak," katanya.
Dua OB yang mendobrak kamar kaget saat menemukan korban tergolek sambil mengeluarkan cairan berbuih dari mulutnya. OB kemudian melaporkan hal itu ke resepsionis yang dilanjutkan ke Polsek Kemayoran.
Polisi yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah TKP. Di lokasi, polisi menyita air putih dalam gelas yang diduga berisi cairan pembius.
"Kita sendiri belum bisa memastikan cairan apa yang ada dalam minuman tersebut. Nanti akan dicek dulu ke lab," ujarnya.
Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat untuk diberikan perawatan. Polisi pun memeriksa sejumlah saksi dari lokasi. Tidak hanya itu, rekaman CCTV pun diperiksa.
Polisi sendiri belum bisa memastikan kerugian yang diderita korban. Di lokasi sendiri, polisi tidak menemukan ada perhiasan emas dan handphone.
"Tapi dompetnya ada. Cuma kita tidak mau menduga-duga barang korban yang hilang, karena kita tidak tahu apa saja yang dibawa korban," ujarnya.
Kini, kondisi korban sendiri telah siuman. Namun polisi belum bisa memintai keterangan korban. "Nanti kita akan lakukan pemeriksaan kalau kondisi korban stabil dan ingatannya pulih betul," tutupnya.
(mei/ape)











































