Pesan ini dibuat Arsep melalui ponsel pada Selasa (12/09/2010) sekitar
pukul 2:55 WIB.
Pesan terakhirnya Arsep memang banyak mengungkapkan kekesalan. Misalnya,
"...mungkin harus mulai u tidak berharap kepada.... Karana berharap memuat hidup menjadi lemah.. Kalau lemah maka kita tak akan dihargai orang lain.." pesan ini dibuatnya pada Selasa (12/09/2010) sekitar pukul 1.34 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di pesan identitasnya Arsep menulis, "SAYA SEDANG MENCARI TEMAN KARIB SD, SMP DAN SMA, DIA BERNAMA MARTADINATA. SUDAH 17 TAHUN KAMI TIDAK PUNYA KONTAK, BEGITU PULA ORANGTUANYA.......DIA ALUMNI SMA NEGERI 2 PRABUMULIH.."
Menurut Redaktur Pelaksana Sriwijaya Post, Weny Ramdiastuti, pihaknya mendapat informasi bahwa beberapa pekan terakhir Arsep akrab dengan
temannya yang tengah kuliah di Medan.
"Sampai saat ini pihak kepolisian maupun kami belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan temannya Arsep itu," ujar Wenny.
Arsep ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan S Suparman, Komplek Citra Dago Blok D No 9 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang. Diduga Arsep tewas lantaran dibunuh dengan racun. Arsep ditemukan keluarganya, Mahardiko, sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (17/9/2010).
Belum diketahui siapa pelaku dan motif pelaku. Dugaan awal bunuh diri, tapi setelah diperiksa polisi laptop, ponsel, dan dompetnya ikut raib. Pintu, jendela, dan atap tidak rusak sementara kunci rumah raib.
(tw/ape)










































