Rencananya akan ada dua rombongan yang masing-masing studi banding ke Kanada dan Inggris. Dua rombongan dijadwalkan berangkat bersama pada Selasa (21/9) pekan depan.
"Ya berdasarkan rapat pleno, sepakat seperti itu," kata Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin saat dikonfirmasi mengenai data di atas, Jumat (17/9/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azis melanjutkan, dipilihnya Inggris sebagai tujuan studi banding karena negara itu mempunyai badan keimigrasian yang terintegrasi dengan beberapa lembaga. Mulai dari pengelola bandara, kepolisian hingga bea cukai.
"Di sana kita juga akan mendalami usulan pemerintah tentang perlunya kewenangan penyidikan terhadap badan gabungan itu dan penempatan atase imigrasi di setiap negara," kata Azis.
Ketua Panja RUU Keimigrasian, Tjatur Sapto Edy, yang dihubungi terpisah malah memberi pernyataan yang bertolak belakang. Ketua Fraksi PAN DPR ini justru membantah bila rencana studi banding ke Kanada dan Inggris sudah menjadi keputusan Panja RUU Keimigrasian.
"Belum diputuskan. Saya sibuk sekali ngurus fraksi, nggak tahu itu jadi apa nggak," kata Tjatur. (lrn/lh)











































