Kapolri Jelaskan Peristiwa Berdarah di Manokwari

Kapolri Jelaskan Peristiwa Berdarah di Manokwari

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2010 17:17 WIB
Kapolri Jelaskan Peristiwa Berdarah di Manokwari
Jakarta - 2 Warga tewas akibat bentrokan antara warga dengan anggota polisi dari Brigade Mobil (Brimob) di Manokwari, Papua Barat. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) menjelaskan peristiwa berdarah tersebut.

"Itu bukan penembakan. Saya jelaskan dulu peristiwanya, jangan lihat penembakannya dulu," ujar BHD usai salat Jumat di Masjid Agung Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (17/9/2010).

Dijelaskan BHD, peristiwa bermula dari kasus tabrakan yang menimpa seseorang. Selanjutnya dia lari ke kantor Brimob untuk minta tolong.

"Kemudian Brimob datang ke masyarakat itu. Kemudian masyarakat minta ganti uang sama Brimob, Brimob jawab tidak bisa," imbuh dia.

Karena jawaban tersebut, anggota Brimob itu lantas dipukuli sampai luka-luka oleh warga. Padahal, sambung BHD, anggota Brimob tersebut berniat membantu.

"Jadi bukan penembakan. Banyak massanya, kemudian ditembak kakinya. Prosesnya Brimob ingin membantu masyarakat, jadi sudah clear ya," ucap BHD.

Bentrokan terjadi Rabu (15/9/2010) sekitar Pukul 19.00 WIT di pertigaan jalan baru Essau Sesa  atau depan Markas Brimob Manokwari. Usai peristiwa tersebut, tujuh saksi yang di antaranya adalah anggota Brimob Polres Manokwari dimintai keterangan.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Wachyono bentrokan dipicu peristiwa kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) antara pengendara motor dengan pejalan kaki. Saat tabrakan terjadi, pengendara motor langsung dikejar warga sekitar dengan membawa panah dan parang. Sang pengendara pun lari dan hendak menyelamatkan diri menuju Mako Brimob.

Warga yang emosi terus mengamuk secara membabi buta. Mereka bahkan menyerang 3 personel Brimob berpakaian preman yang hendak menolong korban.

(vit/nrl)


Berita Terkait