Denny: Jaksa Agung Bukan Soal Karier atau Nonkarier, Tetapi Bersih

Denny: Jaksa Agung Bukan Soal Karier atau Nonkarier, Tetapi Bersih

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2010 13:57 WIB
Jakarta - Syarat utama seorang Jaksa Agung bukan soal jaksa karier atau nonkarier. Yang lebih penting seorang jaksa agung memiliki integritas dan rekam jejak yang baik. Hal ini mengingat tugas besar seorang Jaksa Agung yakni memberantas mafia peradilan.

"Yang paling penting, tidak semata dikotomi karier dan nonkarier, tetapi siapapun yang akan memimpin Korps Adhyaksa haruslah bersih dari praktik haram mafia peradilan," kata Staf Khusus Presiden bidang hukum, HAM, dan Pemberantasan KKN, Denny Indrayana saat dihubungi detikcom, Jumat (17/9/2010).

Dia menjelaskan, tentang calon Jaksa Agung, tentunya mesti melihat pada aturan perundangan dan fatsoen bernegara. Yaitu, pengangkatan dan pemberhentian Jaksa Agung adalah hak prerogatif
Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya haqul yakin Presiden akan memilih Jaksa Agung yang berintegritas moral tak tercela dan berkapasitas intelektual mumpuni," imbuhnya.

Masukan dan aspirasi obyektif dari berbagai kalangan untuk memilih calon karier atau nonkarier, tentu akan menjadi bahan pertimbangan presiden. "Yang paling penting juga karena salah satu tugas berat Jaksa Agung adalah membersihkan mafia hukum di internal kejaksaan sendiri," tutupnya.Dalam jumpa pers di Kejagung, Kamis (16/9) kemarin, Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) menolak Jaksa Agung dari kalangan luar. Mereka meminta presiden memilih calon dari kalangan internal, Korps Adhyaksa. Sementara, publik sedang berwacana Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanjo untuk menjadi pimpinan KPK dan Jaksa Agung. Presiden SBY pun menyatakan, Jaksa Agung pengganti Hendarman Supandji tidak harus dari Kejaksaan.
Anda setuju jaksa agung berasal dari internal Kejagung? Ikuti Pro dan Kontra! (ndr/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads